Tips Kesehatan

Sejarah dan Prestasi Rumah Sakit Kasih Ibu

Sejarah dan Prestasi Rumah Sakit Kasih Ibu



Berawal dari sebuah klinik bersalin, Rumah Sakit Kasih Ibu memiliki riwayat yang cukup panjang. Rumah sakit tersebut awalnya beroperasi pada bulan Oktober tahun 1987. Terletak di Jalan Teuku Umar Denpasar, Rumah Sakit Kasih Ibu didirikan oleh Asmariani Duarsa dan dr Suanda Duarsa Sp. OG. Dari awal yang sederhana sebagai klinik bersalin, pada tahun 1989 klinik tersebut mampu berkembang dengan sangat cepat dan menjadi sebuah Rumah Sakit Bersalin dengan kapasitas tempat tidur mencapai 18 buah (yang awalnya hanya memiliki 15 tempat tidur saja). Kemajuan Rumah Sakit Bersalin Kasih Ibu tidak berhenti sampai di situ saja. Pada tahun 1991, rumah sakit tersebut mampu tumbuh dengan sangat signifikan dan akhirnya resmi berganti nama menjadi Rumah Sakit Umum Kasih Ibu. Saat ini, Kasih Ibu Hospital Group memiliki 4 jaringan rumah sakit dan 2 buah klini yang tersebar di penjuru Bali, yaitu di willayah Gianyar, Tabanan (yang didirikan pada tahun 2013 untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat Tabanan dan sekitarnya), Kedonganan (yang didirikan pada tahun 2016 untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Kuta, Nusa Dua, dan sekitarnya), dan juga Saba (yang didirikan pada tahun 2016 untuk melayani masyarakat yang tinggal di daerah Saba, Klungkung, Ubud, Gianyar, Karangasem dan juga sekitarnya).

Rumah Sakit Kasih Ibu memiliki sebuah visi yaitu menjadi sebuah rumah sakit yang merupakan pilihan utama bagi masyarakat yang tinggal di Bali. Agar menjadi rumah sakit pilihan utama, berbagai macam pelayanan kesehatan disediakan, dengan kualitas yang tinggi, lengkap, serta menyediakan beberapa layanan-layanan unggulan guna menjawab kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang beragam. Tidak hanya pelayanan unggulan yang berkualitas saja. Pelayanan kesehatan dan perawatan di Rumah Sakit Kasih Ibu juga terus mengutamakan keselamatan para pasiennya dengan sentuhan kasih. Adapun Rumah Sakit Kasih Ibu memiliki beberapa misi agar visinya tercapai. Beberapa misi tersebut seperti peningkatan pengelolaan dan manajemen rumah sakit dengan lebih profesional, selalu memberikan pelayanan kesehatan dengan SDM (Sumber Daya Manusia) yang ramah, pengembangan kualitas SDM dengan melalui banyak pelatihan, baik pelatihan eksternal maupun internal, yang berkesinambungan, peningkatan pelayanan kesehatan dengan fokus pada kepuasan dan keselamatan pasiennya, dan yang tidak kalah penting adalah penyediaan sarana serta prasarana dan juga alat-alat medis yang modern dan canggih.

Adapun Rumah Sakit Kasih Ibu memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai, yaitu untuk menyediakan pelayanan medis, keperawatan, dan pelayanan penunjang lain, baik medis maupun non-medis. Selain itu, Rumah Sakit Kasih Ibu juga memiliki tujuan untuk menjadi rumah sakit rujukan di wilayah Bali dan sekitarnya. Memberikan pelatihan di bidang keperawatan dan kesehatan juga menjadi tujuan rumah sakit ini. Selain itu, ikut menunjang kegiatan penelitian di bidang kesehatan dan rumah sakit, serta kegiatan administrasi lain pada umumnya menjadi tujuan Rumah Sakit Kasih Ibu.
Dalam menyediakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat bali, Rumah Sakit Kasih Ibu (Denpasar) telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2001 pada tahun 2006. Selain itu, prestasi yang dimiliki rumah sakit ini termasuk pelaksanaan “awake cranlotomy”, yaitu kegiatan operasi tumor otak dengan kondisi pasien sadar yang pertama di Bali pada tahun 2010. Di tahun yang sama, Rumah Sakit Kasih Ibu Denpasar juga mengalami pengembangan gedung serta perluasan kapasitas, dengan memiliki 100 buah tempat tidur untuk menampung lebih banyak pasien.


  • Artikel (kesehatan)dari kategori yang sama
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Sejarah dan Prestasi Rumah Sakit Kasih Ibu
      Komentar(0)